Inspirasi
Menerjemahkan "Bermanfaat Untuk Lingkungan Sekitar"

Menerjemahkan "Bermanfaat Untuk Lingkungan Sekitar"

Oleh | Kamis, 13 Juni 2019 09:28 WIB | 27 Views | Comments

Ada sebuah tulisan yang baca dari sebuah akun instagram, tulisan itu setelah saya amati merupakan parafrase dari sebuah paragraf dari buku Ridwan Kamil yang berjudul Mengubah Dunia Bareng-Bareng. Inti dari paragraf itu adalah mengkasifikasi pemuda berdasarkan kebermanfaatannya. Lalu apa hubungannya dengan judul? Sebelum lebih jauh, berikut ini adalah kutipan penuhnya.

Pertama, pemuda yg pintar, namun tidak peduli. Pemuda tipikal ini memang pintar, namun dia kurang peduli dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Kurang memberikan manfaat bagi lingkungan sosialnya.

*Kedua*, pemuda yg kurang pintar, namun peduli. Pemuda yg tipikal seperti ini adalah pemuda yg mudah dijadikan *tumbal* oleh orang" yg tidak bertanggung jawab. Contohnya : Pemuda yg disuruh suruh demo dengan dibayar nasi bungkus, dll..

*Ketiga* pemuda yg kurang pintar dan juga tidak peduli. Pemuda pemuda seperti ini, yg malah keberadaaannya tidak diharapkan di masyarakat. Suka mabuk, main perempuan, suka tawuran, balap liar, dan lain sebagainya.

*Keempat*, pemuda yang pintar dan juga peduli. Bagaimana kita pemuda tidak hanya matang secara intelektual, tapi kita juga paham akan kondisi kebutuhan sosial di sekitar kita. Sehingga kehadiran kita, dinantikan oleh banyak orang..

Yuk bersama belajar menjadi pemuda kategori yang keempat. Menjadi pemuda yang pintar dan juga peduli. Karna pintar saja tidak cukup, tapi bagaimanakah kontribusi kita kepada masyarakat. Tak ada kata terlambat untuk jadi pemuda yang lebih bangsa Indonesia selalu memanggil kita. Indonesia selalu membutuhkan kontribusi kita. Karna aku, kamu, dan adalah pemuda. Jadilah pemuda yang ada karna kontribusi, bukan ingin dipuji. Jadilah pemuda yang ada karna kualitas dan bukan mencari popularitas.

Kira-kira seperti itu tulisan lengkapnya, yang saya ingin bahas adalah kata lingkungan sekitar kita. Tentu kita sepakat bahwa kita akan memilih tipe pemuda yang keempat, pemuda yang pintar dan juga bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Tinggal kita sekarang menerjemahkan kalimat "lingkungan sekitarnya", karena akan menjadi ruang gerak kita.

Ketika kita menerjemahkan lingkungan sekitar adalah keluarga kita, maka setidaknya kita bermanfaat untuk keluarga, untuk orang tua, untuk kakak dan adik-adik kita. Ketika kita menerjemahkan lingkungan sekitar adalah sekitar rumah tinggal kita, maka kita harus menjadi manfaat untuk lingkungan kita. 

Mendefinisikan lingkungan sekitar tentu bebas untuk siapapun, lihat potensi diri dan kemampuan diri, kemudian terjemahkan dengan benar. Jika kemampuan kita bisa mencapai dan memberikan manfaat untuk ribuan kilometer dari rumah kita, maka lakukankan. Para peneliti NASA misalkan, tentu menerjamahkan lingkungan sekitar adalah planet-planet disekitar kita, bahkan jutaan bintang diangkasa sana, maka meneliti matahari akan menjadi terasa sangat dekat untuk kebermanfaatan umat manusia.

Yang terpenting dari itu semua adalah cukup kita menjawab, sudahkan kita jadi manfaat? 

*saya mengambil gambar ilustrasinya adalah kapten marvel. seperti kita tau, dalam dunia fiksi, kapten marvel memilih untuk menjadi "pahlawan" lintas bintang dan galaksi. Namun tidak ada salahnya dengan kapten amerika yang memilih untuk menjadi "pahlawan bumi". Salam, Daaah

Diary Siti Salamah Azzahra





Inspirasi Lainnya
Ketika Ucapan "Terima Kasih Banyak" Sudah Jarang Terdengar
Minggu, 18 Maret 2018 03:17 WIB
Ketika Ucapan "Terima Kasih Banyak" Sudah Jarang Terdengar
Jaman milenial saat ini memang segalanya seperti berubah, mulai dari kebiasaan orang menggunakan alat bantu yang dulu sederhana sekarang diganti dengan peralatan canggih sampai-sampai kebiasaan dalam pergaulan.
Nasionalisme Kuda Pustaka
Jum'at, 30 September 2016 09:57 WIB
Nasionalisme Kuda Pustaka
Sudah lebih dari setengah abad Indonesia merdeka, Indonesia yang kala itu hidup dalam penjajahan kini tak lagi dijajah dan dapat hidup dengan tenang. Tugas generasi sekarang adalah dengan mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan pengganti mengangkat senjata seperti para pejuang dulu. Mengisi kemerdekaan ternyata bukan hal yang mudah juga
Belajar Jadi Muslimah Inspiratif ke Teh Diajeng Lestari, CEO Hijup.com
Minggu, 24 April 2016 06:28 WIB
Belajar Jadi Muslimah Inspiratif ke Teh Diajeng Lestari, CEO Hijup.com
Sabtu dihari kedua puluh tiga dibulan april ini saya berkesempatan untuk ikut dalam acara Startup Meetup yang digelar di Co-Co Space Dipatikur Bandung, tak banyak yang hadir, dari space yang disediakan sebanyak 80 orang terlihat hanya duapertiga yang hadir. Saya sendiri sempat kaget saat datang karena biasanya sudah ramai kalau ada acara, ternyata yang datang baru beberapa saja.
Begini Seharusnya Bergaul di Media dan Era Digital
Jum'at, 25 September 2015 11:52 WIB
Begini Seharusnya Bergaul di Media dan Era Digital
Hidup tanpa Gadget? Hmmmm bisa? Yakin bisa? Cukuplah barang beberapa hari saja tanpa gadget di tangan anda, tidak usah berbulan-bulan, apa masih sanggup? . Ini ternyata bukan sekedar sanggup atau tidak, tapi gadget memang menjadi sebuah kebutuhan, walaupun untuk sebagian orang tidak terlalu menjadi sebuah kebutuhan, tapi sekedar trend atau juga gaya.