Sudut Pandang
Banyak Poster Lucu Saat Demo Mahasiswa, Ini Pandangan Saya

Banyak Poster Lucu Saat Demo Mahasiswa, Ini Pandangan Saya

Oleh | Kamis, 03 Oktober 2019 13:57 WIB | 47 Views | Comments

Ada yang unik dari ramainya pemberitaan demo mahasiswa beberapa waktu kebelakang, sebagai orang yang bahasa, saya berusaha mencermati fenomena ini. Hal ini karena terbilang baru untuk aktifitas demo yang di tahun-tahun kebelakang posternya begitu sangat keras dan secara spesifik menuliskan tuntutan. Namun yang terjadi hari-hari ini justru poster-poster terbilang lucu, tidak sesuai juga dengan kaidah bahasa :) dan juga sangat menarik perhatian.

Bahasa demonstrasi memang tidak bisa dipaksakan menggunakan bahasa yang baik dan benar, maklum saja, namanya juga demonstrasi, mereka sedang sayang ke negeranya, mereka sedang menujukan betapa sayangnya untuk tanah air yang dicintai. Lalu kenapa fenomena ini bisa terjadi?

Pertama, menurut saya ini bicara tentang generasi. Generasi yang demo sekarang ini adalah generasi yang update dengan teknologi dan saya meyakini mereka adalah pengguna social media. Bahkan bisa jadi, mereka hadir di titik-titik demonstrasi karena ajakan dari media sosial. Generasi ini punya karakter dalam bahasa, mereka suka yang simpel-simple, lucu dan mudah diterima. Bahasa yang demikian sangat mudah kita temukan di meme ataupun postingan pendek di media sosial.

Kedua, demo dengan menggunakan poster-poster lucu akan membuat media mainstream meliput mereka dari sudut pandang yang berbeda, hal ini tentu yang sangat mereka inginkan, demo itu eksistensi, dan muncul di media adalah salah satu bentuk eksistensi, walaupun hanya diliput tentang poster-poster yang lucu.

Ketiga, ikut dan saling mengikut, saya bisa bilang begitu kembali lagi karena peran media yang mendistribusikan informasi ini, sehingga demo-demo ditempat lain cenderung mengikuti daerah lain yang lebih dulu eksis dalam urusan poster.

Keempat, membumikan status sosial media, seperti yang saya bilang tadi, bahasa poster mereka seperti bahasa status, bahasa tweet, bahasa postingan, bahasa poster, bahkan tidak sedikit di poster mereka yang ditambahkan hastag.

Kelima, bahasa poster belakangan ini selain menyuarakan tuntutan, mereka juga menyelipkan hal-hal yang sedang trending saat ini, misalnya dihubungkan dengan trending lagu "Salah apa aku, aku yang merasukimu" atau peristiwa-peristiwa trending lainnya.

Bila bicara kreatifitas hal ini adalah bentuk dari kreatifitas, tentu tidak bisa dinilai apakah sesuai dengan bahasa yang baik atau tidak. Saya berharap di antara poster-poster lucu itu ada yang berbentuk pantun, berbentuk puisi atau karya-karya sastra lainnya. Tentu bisa dibuat lucu dan menarik juga. 

Diary Siti Salamah Azzahra





Sudut Pandang Lainnya
Debat Cawapres, Menyoal Jurus Bicara Kedua Pembicara
Senin, 18 Maret 2019 12:22 WIB
Debat Cawapres, Menyoal Jurus Bicara Kedua Pembicara
Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam rangkaian Pilres 2019 tahun ini selalu ditunggu oleh masyarakat, baik untuk pendukung salah satu calon untuk menguatkan alasan untuk memilihnya 17 april mendatang, atau swing voter yang berharap segera dapat menentukan pilihan setelah selesai acara debat.
Pancasila dan Degradasi Berbahasa Indonesia
Minggu, 03 Juni 2018 23:51 WIB
Pancasila dan Degradasi Berbahasa Indonesia
Awal bulan keenam setiap tahunnya diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila, ideologi Bangsa Indonesia yang jauh bertahun-tahun silam lahir sebagai sebuah kesepakatan, sebuah pemahaman bersama akan mimpi tumbuhnya sebuah bangsa yang maju, sejahtera dan juga beradab.